Skip to main content

 Tapi aku adalah aku

yang gemar menulis puisi

tanpa mementingkan puebi

ingin dilihat tapi transparan

dan cukup mudah untuk dilupakan.


Apa khabar kau diseberang sana?

yang sedang menikmati indahnya matahari,

jauh diatas gunung dan awan

tapi kau adalah kau

yang akan tetap menyisikkan senyuman dalam wajahmu

tugasmu sudah selesai!

tetapi temanmu enggan meninggalkanmu

karena kau sangat berarti bagi semuanya

semoga semua akan dikenang

karena hanya itulah agar kita semua senang.


Comments

Popular posts from this blog

     Disana lah kau dibentuk, kupikir hanya dengan rasa suka sudah cukup untuk mendapatkanmu, tapi apalah aku, hanya mahasiswa yang dipaksa senang walaupun sedih, Dan ternyata disinilah tempatnya, dimana kau bisa tertawa dengan leluasa, ditemani dengan kawanmu yang cukup asik. Jangan ambil sekarang oh Tuhan! dia terlalu cantik, bagaimana kondisi surga ketika dia ada disana? kemudian aku terfikirkan tentang dunia. Wajahmu cukup cantik, untuk berada di dunia yang cukup kotor ini. Jangan sampai lupa bahwa  kau tetap manusia, yang harus merasakan apa itu cinta. kemudian dengannya kau merasa tenang. Tak apa! aku hanyalah penjaga hatiku sendiri. Namun ketika kau ingin mencitai diriku, janganlah cintai aku sampai mati, cintai aku hingga hidup. Kata ku ketika berfikir kau akan mencintai seseorang selain dirinya. Tetap tenang, agar kau tetap tenang.
malam datang lagi kau tanya khabarku aku diam kau pergi tadi siang kau datang kau belai rambutku kau basahi pikiranku kau pergi lalu aku diam lagi
 ketika waktu pun datang tak ada seorang pun yang dapat lari darinya mentari yang dilihatnya tak lagi berwarna merah laut yang luas tak lagi terasa biru karib dekatnya pun terasa sangat jauh darinya tak ada yang bisa menolongnya kecuali pikirannya sendiri